Kota Paling Seru Rayakan Imlek di Indonesia

Dipostkan 25-01-2021
Ditulis oleh Abrar

 

pantai-02.png

Gong Xi Fa Cai! Ucapan ini pastinya selalu kita dengar setiap momen perayaan Imlek atau tahun baru Cina tiba. Perayaan meriah warga Tionghoa yang datang sekali setahun selalu menjadi momen yang selalu dinantikan. Tahun baru Imlek adalah perayaan paling penting untuk warga Tionghoa di seluruh dunia. Bermulai dengan tahun baru itu sendiri yang jatuh di hari pertama di penanggalan Tionghoa, dan akhirnya ditutup dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas saat bulan purnama.

Kalian pasti tau kan kalo ornamen perayaan Imlek itu sangat identik dengan warna merah? Nah, Saleduck mau berbagi sedikit tentang asal-usul warna yang serba merah nih! Jadi berdasarkan legenda Cina, ada seekor naga yang bernama Nian dan tinggal di dalam gua. Setiap musim dingin tiba, Nian terpaksa keluar gua karena kelaparan dan turun mencari mangsa penduduk desa sekitar dan hewan ternak di desa tersebut. Kebetulan saat Nian sedang mencari mangsa, ada penduduk yang melihat naga tersebut lari ketakutan setelah bertemu seorang anak kecil yang memakai pakaian berwarna merah. Sejak saat itu, penduduk desa mempercayai kalau niat takut dengan warna merah dan keramaian. Makanya Imlek juga identik dengan mercon dan kembang api. Oleh karena itu, setiap tahun, penduduk desa selalu memasang lentera dan gulungan kertas merah di depan rumah. Begitu lah asal mulanya warna merah selalu menghiasi tahun baru Cina.

ornamen imlek.jpg

Sejak era kepemimpinan mantan presiden RI keempat, Bapak Abdurrahman Wahid (alm) atau Gus Dur, Imlek selalu dirayakan dengan meriah oleh mayoritas warga Tionghoa di Indonesia. Perayaan dilakukan di banyak kota besar dengan rangkaian acara seru. Ornamen meriah lampu-lampu lampion warna merah dan pertunjukan barongsai serta liong dilakukan baik di ruang terbuka atau bahkan di dalam mal-mal besar. Yang tidak kalah serunya, kita juga bisa wisata kuliner mencicipi masakan khas peranakan. 

Saat Imlek berlangsung, banyak serentetan kegiatan yang dilakukan seperti berkumpul dengan keluarga, berbagi angpao, dan beribadah. Tapi tidak sedikit juga yang memanfaatkan momen liburan Imlek ini dengan travelling. Apalagi Imlek 2021 ini jatuhnya bertepatan dengan momen long weekend. Walaupun Imlek identik dengan momen warga Tionghoa, tetapi semua orang dapat ikut serta merayakan momen tahunan ini. Baik itu hanya sekedar merasakan pengalaman merayakan Imlek atau berfoto-foto memanfaatkan hiasan Imlek yang mewah di kawasan pecinan.

Nah buat kalian yang suka travelling, berikut ada 5 rekomendasi  destinasi di Indonesia paling seru untuk dikunjungi saat perayaan Imlek selain di Jakarta.

 

1. Surabaya

Buat yang tertarik dengan wisata sejarah dan religi, perayaan Imlek di Kota Pahlawan ini selalu terpusat di Kelenteng tertua, Hong Tiek Hian, yang menjadi tempat ibadah untuk penganut Tao, Konghucu, dan Buddha Tri Dharma. Arsitektur dan ornamen nya membuat pertunjukan wayang potehi menjadi semakin meriah. Kalian akan merasa seperti di benar-benar berada di Cina. 

Surabaya juga memiliki beberapa bangunan bersejarah yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, Rumah Abu. Bangunan peninggalan Belanda dan Tionghoa yang berusia ratusan tahun ini terkenal sebagai saksi bisu perjalanan masyarakat Tionghoa di Surabaya. Ada tiga Rumah Abu yang terkenal di Jalan Karet yang bisa kalian datangi, Rumah Abu Han, Rumah Abu The, dan Rumah Abu Tjoa. Selain itu, kota yang khas dengan rujak cingur, tahu campur, dan lontong balap nya ini juga mengajak kalian untuk mencicipi kuliner khas Tionghoa di Kya-Kya, tepatnya di Jalan Kembang Jepun.

 

2. Semarang

Kota di Jawa Tengah yang identik dengan lumpia dan Mesjid Agung nya ini mempunyai satu kawanan chinese town, Semawis, yang kerap ramai saat momen Imlek berlangsung. Cemilan rakyat ini sudah ada sejak abad-19 dan berawal dari seorang pedagang Tionghoa bernama Tjoa Thay Joe yang terkenal dengan jualan makanannya yang sejenis dengan lumpia. Beliau kemudian menetap dan menikah dengan perempuan asli Semarang bernama Mbok Wasih yang kebetulan juga menjual makanan mirip lumpia, namun berbeda isinya. Lumpianya lebih manis dan diisi dengan kentang dan udang. Setelah keduanya menikah, mereka memadukan ciri khas masing-masing deh! Oh iya, nama lumpia sendiri berasal dari perkataan Olympia Park, yaitu sebuah pasar malam Belanda dimana pasangan ini berjualan.

Selain kuliner, kota yang dijuluki sebagai Venesia-nya Pulau Jawa ini memiliki kelenteng atau kuil Sam Poo Kong yang bernuansa serba merah dan memadukan gaya arsitektur khas Jawa dan Belanda  yang menjadi daya tarik wisatawan di samping kelenteng Tay Kak Sie sebagai kelenteng tertua di Semarang. Setidaknya ada 10 kelenteng yang bisa kalian kunjungi di Semarang. Buat kalian yang suka berbelanja pernak-pernik Imlek, ada pasar Semawis. Kalian juga bisa menikmati pertunjukan permainan toya (senjata berbentuk tongkat panjang) dan wushu oleh para biksu shaolin. 

 

3. Solo

Masih di Jawa Tengah, dari Semarang kita sekarang jalan-jalan di Solo. Mengintip keramaian perayaan Imlek di Solo yang khas dengan keunikan motif batiknya, tidak bisa lepas dari keindahan kembang api dan ribuan lampion yang menghiasi kota, tepatnya di Pasar Gede. Wisatawan lokal dan mancanegara datang memadati jalan kawasan wisata lampion yang menghubungkan Balai Kota Solo hingga Pasar Gede ini dari sore hari sampai tengah malam. Lampion yang dipasang pun beragam modelnya, sampai ada 12 lampu shio yang dipasang sepanjang jalan Jendral Sudirman dan Jalan Urip Sumoharjo. Pastinya pertunjukan barongsai , keroncong, dan reog juga turut meramaikan momen spesial ini. Perayaan tahun baru Cina di Solo sangat kental dengan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa. Hal ini terlihat dari maskot utama Imlek yang digunakan. Patung Kera Sakti atau Sun Go Kong dan Hanoman.

Selalu tepat pukul 23.55 WIB, kalian akan mendengar tabuhan bedug dan suara lonceng bersahutan dari Kelenteng Tien Kok Sie untuk menandakan tahun baru Imlek akan tiba. Sebagai rumah untuk kebanyakan warga Tionghoa di Indonesia, Solo memang terkenal dengan berbagai festival perayaan momen Imlek. Kalau kalian ada waktu, jangan lewatkan pertunjukan tradisional Grebeg Sudiro yang hanya digelar sekali dalam setahun. Grebeg sendiri artinya tumpukan buah dan sayuran serta kue yang dapat dinikmati bersama. Seru kan?

 

4. Pontianak

Dari Jawa, sekarang kita beralih ke Kalimantan Selatan, tepatnya Singkawang di kota Pontianak. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota yang berada tepat di bawah garis katulistiwa ini selalu memanjakan wisatawan dengan kemeriahan festival Cap Go Meh. Kalian bisa ber-selfie dengan 12 lampion shio Cina dan pernak-pernik Imlek di jalanan dan di mal-mal besar seperti di Ayani Mega Mall di jalan Gajah Mada. Pernak-pernik Imlek yang dijual seperti gantungan angpao, barongsai mini untuk anak-anak, lilin, dan dupa mulai dari ukuran kecil hingga besar, serta tempelan dinding, semuanya bisa kalian beli saat jalan-jalan ke Pontianak.Sempatkan juga beli oleh-oleh seperti kue keranjang dan dodol serta mendatangi kelenteng untuk meramal nasib kalian. Kegiatan Imlek yang satu ini biasa dikenal dengan ciamsi. Nah ada satu lagi yang unik dari festival Imlek di Pontianak. Wisatawan dapat melihat warga Tionghoa menyajikan buah nanas untuk sembahyang. Tapi bukan sembarang buah nanas ya. Buah Nanas yang disajikan adalah buah nanas naga merah yang dipercaya dapat membawa keberuntungan atau hoki. Mumpung lagi di Pontianak, sempetkan juga untuk mengagumi sejarah peninggalan Belanda yang terlihat dari arsitektur kota. Khususnya, Titik Nol Derajat Khatulistiwa di Siantan bisa kalian kunjungi dengan datang ke Monumen Khatulistiwa.

 

5. Palembang

Sekarang kita terbang ke Sumatera Selatan yuk. Tepatnya ke Palembang. Kota tertua di Indonesia ini bukan hanya terkenal dengan kuliner Pempek Palembang nya saja tapi juga banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi saat festival Imlek berlangsung. 

Ada 10 kelenteng yang bisa menjadi pilihan kalian berwisata sejarah. Kelenteng Dewi Kwan Im yang berlokasi di tepi Sungai Musi menjadi salah satu nya yang selalu ramai pengunjung dan wisatawan. Warga lokal biasa menyebut tempat ini sebagai Klengteng 10 Ulu. Kelenteng ini adalah rumah ibadah tertua umat Tionghoa di Sumatera Selatan. Setiap perayaan Imlek pasti dimeriahkan dengan pertunjukan lampion dan atraksi barongsai. 

Palembang merupakan salah satu tanah leluhur dari etnis Tionghoa. Nah, bagi kalian yang akan menghabiskan akhir pekan di kota yang terkenal dengan kuliner pempek ini bisa mengunjungi beberapa obyek wisata. Wisatawan juga dapat mengunjungi Kampung Kapitan yang merupakan salah satu hunian Tionghoa tertua yang masih dihuni. Dulunya, tokoh yang bernama Kapitan ini adalah seorang yang bekerja untuk memungut pajak di jaman kolonial. Nah sekarang wilayah perumahannya sudah menjadi cagar budaya dimana kalian dapat melihat ritual keseharian orang sembahyang dan pembuatan pempek oleh orang asli.

 

Gimana? Seru kan perayaan Imlek di kota-kota tersebut? Jadi tunggu apa lagi? Yuk rencanakan liburan mu sekarang juga dan kunjungi kota-kota seru nya bersama teman, keluarga, atau pasangan mu! Nah supaya liburan di era new normal ini lebih murah, jangan lupa untuk selalu cek promo Tiket.com untuk dapetin harga booking tiket pesawat online murah hingga tiket kereta api promo kemana aja! Jangan lupa juga untuk cek promo Agoda terbaru di Saleduck atau cek diskon hotel budget RedDoorz untuk dapatkan harga hotel termurah untuk liburan mu yang lebih seru di tempat yang kalian inginkan!

 

 

Komentar

Tidak ada komentar.

Berikan sebuah komentar

Posting comments after three months has been disabled.